Ada
beberapa hal atau kisah yang menarik pada saat saya membaca sebuah buku novel filsafat
yang berjudul "Dunia Shopie" tentu dikalangan cendiakiawan ataupun
intelektual pasti tahu persis buku ini dimana sebuah cerita novel yang
dipadukan dengan teori-teori filsafat yang sungguh enak dibaca sehingga
memudahkan kita untuk masuk ke dunia filsafat.
Dalam
buku ini ada satu bagian cerita menarik plato tentang mitos gua yang juga
terdapat dalam buku doalog plato yaitu Republik. Sebelum itu kita ketahui
plato percaya bahwa realitas terbagi
menjadi dua wilayah, pertama wilayah Indra yaitu pengetahuan yang tidak
sempurna dan selalu berubah tidak pemanen, kedua wilayah Ide yaitu pengetahuan
sejati dengan mengunakan akal.
Tentang
mitos gua, diceritakan didalam sebuah gua terdapat beberapa mahluk yang tinggal
disebuah gua dibawah tanah, mereka duduk dengan posisi membelakangi mulut gua
dalam kondisi terkekang, sehingga mereka hanya dapat memandang dinding gua,
dibelakang mereka ada dinding tinggi dan dibelakang dindig itu lewat
mahluk-mahluk yang menyerupai manusia membawa sebuah obor api yang seketika
membentuk sebuah bayangan di dinding gua, maka satu-satunya yang dapat dilihat
penghuni gua adalah bayangan dan berpikir bahwa bayangan tersebut adalah
refleksi dari diri mereka, mereka baru melihat fenomena tersebut selama
dilahirkan kedunia ini, dan mereka berpendapat hanya bayangan itulah yang ada.
Penghuni
gua mulai berpikir untuk melepaskan ikatan-ikatannya dan hal pertama yang mereka
ingin ketahui adalah darimana asal bayangan-bayangan itu, semula dia berjalan
keluar dan menemukan cahaya, dia silau menemukan cahaya yang terang yang belum
pernah dilihatnya dia heran melihat benda-benda yang sebelumnya hanya melihat
bayangan, dia terus memanjat dinding dan melihat duia luar dia melihat beragai
warna dan berbagai bentuk, lalu dia bertanya darimana asal muasal semua ini,
dia memandang matahari dan berpikir inilah memberikan kehidupan sebagaimana api
yang membentuk bayangan-bayangan yang ada di dinding gua tadi.
Penghuni
gua yang kegirangan kini pergi keluar, kebebasan telah diperolehnya. disatu
sisi dia memikirkan penghuni gua yang lain yang masih tertinggal didalam gua.
Dia pun kembali dan berusaha meyakinkan penghuni gualainnya bahwa
bayangan-bayangan yang terdapat di dinding itu hanyalah refleksi dari
benda-benda yang sebenarnya, tetapi mereka para penghuni gua tidak percaya dan
tetap meyakini bahwa yang mereka lihat itulah yang sesungguhnya dan akhirnya
mereka membuuhnya.
Satu
hal yang sangat penting bahwa yang dikisahkan plato dengan idealismenya inilah
jalan yang ditempuh para filosof keluar dari bayang-bayang untuk memperoleh
gagasan yang sejati dibalik semua fenomena alam. Ini sama dengan kisah pilu gurunya
yaitu Socrates yang berusaha menuntun masyarakat Athena menuju wawasan sejati
tapi malah dibunuh oleh masyarakat Athena sendiri dengan cara meminum racun
buah cemara melalui proses pengadilan dengan hasil voting 280 mendukung hukuman
mati sedangkan 220 menolaknya.
Penulis
: Munirul
Palawai
Kepusakaan
: Jostein
Gaarder, Dunia Shopie

Tidak ada komentar:
Posting Komentar