Arti Anarkisme

Semuanya buat semua orang !
Slogan kaum Anarkisme, Peter Kropotkin, seorang tokoh anarkis dalam menjelaskan perbedaan mendasar antara kaum marxis dengan kaum anarkis, yang menyatakan bahwa, kedudukan sosial ditentukan oleh posisi seseorang dalam hubungannya dengan proses produksi, oleh karenanya dia mengajukan slogan,  Semuanya buat semua orang ! karena bagi seorang anarkis sebuah nilai kerja seseorang tak bisa diukur dengan formula apapun termasuk marxisme, yang menyatakan, kepada setiap orang sesuai dengan kemampuannya, Kropotkin menegaskan memandang dunia secara holistik, menyeluruh dimana setiap orang berkontribusi terhadap jalannya proses produksi, bahkan mereka yang cacat dan lansia yang tidak bekerja telah memberikan kemampuannya dengan cara yang lain.
Dari pernyataan kropotkin kita bisa menganalisa bahwa, anarkisme secara ideologis merupakan paham yang sangat memperhatikan tentang kesetaraan dengan kebebasan individual, seperti halnya dengan kaum marxis sosialisme, atau komunisme, secara ideologis pada prinsip dasarnya merekamempunyai persamaan, salah satunya penghapusan kepemilikan pribadi dan alat produksi dikuasai bersama,yang membedakan adalah teori dan metode yang digunakan. Tapi tulisan ini bukan bermaksud untuk membahas dua ideologi ini, melainkan menjelaskan apa arti dari anarkisme sesuai dengan kemampuan pengetahuan penulis.
Kita dapat menengok sedikit tentang sejarah Anarkisme yang merupakan sintesis dari sosialisme dan liberalisme. Ajaran-ajaran anarkisme telah ada sejak zaman dahulu, kita dapat menemukannya dalam filsuf China atau guru bangsa China yaitu Lao Tse, juga dari pemikiran-pemikiran filsuf Yunani seperti kaum Hedonis dan kaum Sinis, tak lupa juga Zeno yang merupakan pembela “hak alami” bersebrangan dengan Plato pendiri mazhab Stoik.
Juga kita kenal William Godwin, melalui pemikiran-pemikirannya dari abad ke 18 yang merupakan buah matang dari evolusi panjang konsep-konsep radikalisme politik dan sosial, dalam karyanya ConcerningPolitical Justice And ItsInfluence Pon General Virtue And Happines, London, 1793. Godwin menyadari bahwa sebab dari pelbagai kejahatan harus di cari bukan dalam bentuk negara melainkan dalam eksistensi negara itu sendiri. Negara hanya menampilkan karikatur dari diri mereka yang sesungguhnya dengan terus-menerus memaksa mereka menekan kecenderungan-kencenderungan alaminya dan memaksa mereka berpegang pada hal-hal yang menjijikan bagi dorongan-dongan batin mereka. Hanya dengan cara inilah negara mampu membentuk manusia menjadi “bentuk yang mapan sebagai subjek yang baik”, manusia normal yang tidak lagi peduli dan gelisah dengan perkembangan alaminya, yang menjadikannya mampu membentuk lingkungan sejalan dengan tuntutan alaminya yang menghendaki perdamaian dan kebebasan.
William Godwin salah satu tokoh yang mempelopori pemikiran-pemikiran anarkisme modern, yang kemudian dikembangkan oleh P. J. Proudhon, Max Stirner dan tokoh anarkisme Russia atau juga dikenal sebagai bapak anarkisme dialah Mikhail Bakunin, seorang revolusioner yang mempunyai pendirian teguh dan meyakini revolusi harus melalui konflik kelas. Bakunin juga terlibat dalam Internasionale pertama sekaligus penentang ide-ide Marx dengan komunismenya. Bakunin berkata “Saya bukanlah seorang komunis karena komunisme karena komunisme menyatukan seluruh kekuatan masyarakat dalam negara dan terserap di dalamnya. Secara tak terhindarkan, komunisme mengarah pada konsentrasi seluruh kepemilikan di tangan negara, sementara saya berusaha menghapuskan negara-eleminasi prinsip otoritas dan kekuasaan pemerintah yang berpretensi mampu menciptakan moral dan memperadabkan manusia, tetapi hingga kini selalu berakhir pada perbudakan, penindasan, eksploitasi dan penghancuran masyarakat manusia.”
Dalam bahasa keseharian kita, ada beberapa kata yang maknanya terdistorsi dari makna yang sebenarnya, dan hal ini bisa menimbulkan sebuah stigma atau citra yang buruk dari kata tersebut sehingga mendangkalkan daripada makna yang sebenarnya, salah satunya adalah kata “ANARKIS” yang kerap kali mengalami pendangkalan makna dari makna yang sebenarnya.
Kata Anarkis sering kali di gunakan untuk menggambarkan hal-hal yang bersifat kekerasan, tindakan brutal, ataupun kericuhanyang mendangkalkan dari makna yang sebenarnya, memang diakui fenomena kaum anarkis memang lekat dengan tindakan-tindakan vandalisme,tapi kaum anarkis melakukan tindakan vandalisme yang mereka anggap sebagai sarang-sarang kapitalis,dan saya tekankan kembali,kita keliru ketika kita memandang kaum anarkis dengan berhenti pada stigma chaos itu sama saja kita kembali pada pendangkalan sebuah makna.
Kita kembali pada pengertian Anarkis yang sebenarnya, sebagai paham dikenal dengan anarkisme. Seperti dalam tulisan Bung Karno tentang “Anarchisme”, yang menafsirkan secara harfiahyang terdiri dari A, archie dan isme, kata A berarti tidak, kataarchieberarti memerintah, dan isme yang berarti paham. Jadi makna anarchisme ialah salah satu paham yang tidak suka sama pemerintah tulis Bung Karno.
Paham anarkisme tidak menghendaki kekuasaan maupun otoritas atas manusia, namun tidak berarti anarkisme tidak suka pada aturan.Terdapat huruf A pada logo anarkis, A berarti tidak, dan dilingkari dengan huruf O, huruf O berarti order yang berarti perintah.
Kaum anarkis ingin mengatur dirinya sendiri dalam sebuah masyarakat atau komune, tanpa hadirnya sebuah negara. Berkman berkata “Anarkisme berarti tidak ada pemerintah yang mana adalah kebebasan dan kemerdekaan. Ketidakteraturan adalah anak dari otoritas dan pemaksaan, kemerdekaan adalah ibu dari keteraturan”. Negara bagi anarkisbersifat destruktif mengekang kebebasan individu dengan otoritas yang dimilikinya dan sebagai alat untuk melegitimasi kekuasaan sistem kapitalisme. Anarkis memang ditakdirkan untuk melawan semua bentuk kekuasaan bukan anarkis namanya jikalau berdamai dengan suatu bentuk otoritas.
Anarkisme menurut saya adalah sebuah paham dan teori politik mengenai penciptaan sebuah masyarakat yang hidup bersama, dimana individu-individu bebas dan setara darisemua bentuk otoritas kekuasaan.
Defensi tersebut sangat jauh dari stigma kata anarkis yang sering dipergunakan dalam bahasa masyarakat kita, saya sendiri dulunya sangat kaget dengan makna kata sebenarnya dari kata anarkis, yang sungguh sangat jauh dari yang biasa kita dengar sehari-hari dari berbagai sumber informasi-informasi yang kita terima. Pada dasarnya mereka yang menyerang kaum anarkis dengan stigma anarkis sebagai penebar chaosadalah mereka yang duduk diatas kursi pemerintahan dan kaum borjuis melalui berbagai media massa mereka dalam hal ini pers borjuis melakukan propaganda membentuk stigma negatif bagi kaum anarkis kepada masyarakat sosial. Mereka (pers borjuis) berbohong mengenai anarkisme yang sebenarnya, karena mereka tidak ingin menyatakan yang sebenarnya kepada masyarakat tentang anarkisme walaupun mereka sebenarnya tahu tentang anarkisme.
Bahkan Anarkisme menurut Alexander Berkman dalam penafsirannya “Anarkisme bukan bom, ketidakteraturan atau kekacauan, perampokan maupun pembunuhan, bukan pula perang antara yang sedikit melawan yang banyak dan bukan kembali pada kehidupan barbarisme ataupun kondisi yang liar. Anarkisme kebalikan dari semua itu. Anarkisme berarti anda harus bebas, bahwa tidak seorang pun boleh memperbudak anda, menjadi majikan dan merampok anda, ataupun memaksa anda. Itu berarti anda harus bebas dan memilih jenis kehidupan yang anda mau dan tanpa ada yang mengganggu, mempunyai bersamaan hak serta hidup dalam perdamaian dan harmoni persaudaraan”.
Yang berarti tidak boleh ada perang, kekerasan, monopoli, kemiskinan penindasan, sehingga dapat menikmati kesempatan hidup bersama-sama dalam kesetaraan. Memang terdengar sangat utopis bagi kita yang baru memikirkannya, tapi menurut saya yang menganggap utopis pada paham anarkisme berarti mereka yang sudah menyerah pada paham anarkisme itu sendiri.
Anarkisme kerap kali dihubungkan dengan vandalisme atau chaos. Vandalisme lahir dari pribadi individu manusia, yang merupakan sifat umum manusia. Sikap vandalisme dimiliki pada semua orang, bukan hanya kaum anarkis, vandalisme juga diperlihatkan oleh, aparat negara seperti tentara, polisi, ataupun organisasi-organisasi konservatif reaksioner, bahkan dari mereka kalangan yang agamis.
Vandalisme tidak ada hubungannya dengan teori dari anarkisme, teori anarkisme tidak mengajarkan cara-cara kekerasan dalam garis besar ideologis, bahkan kebalikan daripada itu. Anarkis tidak memiliki monopoli atas kekerasan,vandalisme tumbuh dari kaum anarkis yang benar-benar marah akan sistem otoritas penindasan dan ketidakadilan, mereka lebih sensitif terhadap kemungkaran dan ketidakadilan. Pertanyaannya apakah sikap vandalisme kaum anarkis ini salah ? sebaliknya kapitalis melalui otoritas pemerintah melegalkan eksploitasi tenaga kerja buruh maupun tani, perampasan ruang hidup, pembakaran hutan, penebangan pohon secara berlebih, pencemaran udara oleh pabrik-pabrik, pencemaran terhadap lingkungan dan air bersih, kekerasan terhadap mereka (rakyat dan aktivis) , dan banyak lagi kasus lain. Pertanyaannya siapa sebenarnya yang vandal ? Hal inilah yang menyebabkan amarah kaum anarkis, juga sebagai bahan bakar dari api revolusi anarkisme.
Kita juga mengenal sebuah istilah lain dari anarkisme yaitu Anarko-Sindikalisme yaitu gerakan buruh dengan menggunakan teori-teorianarkisme, walaupun sebenarnya jikalau kita cermati terdapat kontradiksi dari istilah tersebut, jika di defenisikan dari perspektif salah seorang tokoh anarkisme yaitu Rudolf Rocker menurutnya, Anarkisme merupakan teori dan praktikkehidupan individualtanpa campur tangan dari otoritas manusia lainnya. Sedangkan Sindikalisme merupakan teori dan praktik mengenai masyarakat yang bekerja bersama dalam sebuah serikat atau persatuan terutama serikat pekerja. Sindikat merupakan istilah dari Prancis yang berarti serikat pekerja.
Anarko-Sindikalisme berarti sekelompok orang yang bekerja untuk menciptakan anarki, atau individu-individu yang bekerja untuk menciptakan serikat dan persatuan individu.Anarko-Sindikalisme merupakan perkumpulan voluntir dari kaum perkerja yang memegang teguh ideologi anarkisme, baik secara teori maupun praksis.
Pada abad ke-19 orang-orang memaknai Anarko-Sindikalisme berarti metode untuk masyarakat mengorganisasikan dirinya dan jenis masyarakat yang berusaha mereka ciptakan. Masyarakat yang mereka inginkan adalah masyarakat anarkis. Didalamnya masyarakat anarkis orang-orang bekerjasama secara sukarela, bekerja untuk kepentingan diri dan komunitas mereka. Setiap individu tetap bebas dari paksaan oleh para bos/tuan dan atasan. Cara yang mereka harapkan untuk mencapai masyarakat semacam ini adalah dengan melalui kendali produksi, industri, pertanian, dan perdagangan ditangan para pekerja. Cara yang dapat mereka lakukan untuk mencapai kontrol produksi adalah dengan mengorganisasi serikat-serikat buruh anarkis.
Anarkisme sejatinya adalah mereka yang bergerak untuk kebebasan dan menentang otoritas penindasan dalam bentuk apapun, mereka kaum anarkis sangat membenci otoritas, tak ada seorang pun yang boleh memerintah apalagi melakukan penindasan manusia atas manusia, semua manusia bebas atas kehendak dirinya masing-masing. Saya secara pribadi memandang anarkisme sebagai ideologi paling suci dan murni, saya tak berbicara dalam konteks saya sebagai seorang anarkis tapi, saya berbicara sesuai dengan apa yang saya ketahui tentang anarkisme, dan saya mengartikan anarkisme sebagai ideologi yang paling humanis yang pernah ada.

Penulis : MunirulPalawai
Maros Mayer-Sanyu. Anarkisme untuk pemula. Penerbit,Daun Malam
Alexander Berkman. 2017. ABC Anarkisme. Penerbit,Daun Malam
Rudolf Rocker. 2017. Anarko Sindikalisme Filsafat Radikal Kaum Pekerja. Salatiga Jawa Tengah. Penerbit Parabel

Tidak ada komentar:

Posting Komentar